Tips Jadi Penulis Hebat

27 Desember 2008

Menulis itu pada dasarnya mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Secara tidak sadar sebenarnya kita telah mempraktekkan teknik menulis dalam berbagai aktivitas. Anda pernah menulis surat? Saya yakin hampir semua orang pernah melakukannnya. Jika Anda pernah menulis surat, bukankah itu juga salah satu bentuk tulisan.

Agar Mudah Menulis
Saran praktis yang bisa Anda lakukan agar Anda mudah dalam menulis adalah :
1. Yakinlah bahwa anda bisa
Keyakinan Anda adalah awal dari kesuksesan Anda. Keyakinan memberikan kekuatan batin untuk bisa mengatasi segala masalah. Yakinlah bahwa Anda bisa menulis buku atau mengarang. Mengarang adalah ketrampilan yang bisa dipelajari. Anda bisa mempelajari ketrampilan ini. Para penulis hebat adalah menusia biasa seperti Anda. Kemampuan menulis bukanlah ketrampilan instan yang didapat saat dia lahir. Ia juga butuh belajar untuk bisa seperti itu. Karena itu, langkah awal untuk menjadi penulis hebat adalah keyakinan Anda bahwa Anda bisa.
2. Berlatih
Setelah keyakinan tertanam dalam diri Anda, langkah selanjutnya adalah berlatih menulis. Berlatih menulis adalah proses Anda untuk menjadi penulis hebat. Dengan berlatih, Anda akan terbiasa menulis. Banyak jalan untuk berlatih menulis :
• Mengirimkan artikel ke surat kabar.
Jika ditolak, tidaklah menjadi masalah. Toh, Anda sedang berlatih menulis. Jika diterima, tentu ini luar biasa
• Menulis biografi diri sendiri.
Hal ini sekarang lagi ngetrend di Indonesia. Mulai artis hingga politisi, ramai-ramai menulis biografinya. Bagaimana dengan Anda ? mengapa Anda tidak menulis biografi Anda sendiri. Kami yakin, biografi setiap orang adalah sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat menarik. Tulislah biografi Anda. Jika tidak ada penerbit yang bersedia mencetaknya, tidak usah khawatir. Biografi Anda bisa Anda cetak sendiri suatu saat nanti. Anda bisa menjualnya atau memberikannya kepada anak cucu. Menarik bukan ???
• Menulis sebuah buku dan mencoba menawarkan ke penerbit Menulis buku juga merupakan sarana berlatih yang efektif. Cobalah banyak berlatih menulis dengan mencoba menulis buku misalnya. Nah… berlatihlah menulis dengan menulis sebuah buku. Tawarkan buku Anda ke penerbit. Jika tidak ada respon dari penerbit, tidak perlu khawatir. Anda bisa mencetaknya sendiri ataupun menjualnya sendiri di internet. Banyak orang yang telah melakukan hal semacam ini dengan menjual berbagai macam e-book di internet.


3. Mengetahui manfaat apa jika Anda pandai menulis
Langkah ketiga agar Anda mudah menulis adalah ketahuilah manfaat apa yang Anda peroleh jika pandai menulis. Jika Anda mengetahui manfaat menjadi penulis hebat, maka akan semakin termotivasi untuk terus belajar dan berlatih. Semakin banyak manfaat yang Anda ketahui, semakin besar semangat Anda untuk bisa. Dan semangat
inilah sumber kemudahan Anda dalam melakukan sesuatu Banyak manfaat yang akan Anda peroleh jika Anda adalah seorang penulis yang hebat, diantaranya :

  • Kebahagiaan. Kita tentu sangat senang saat menyelesaikan sebuah buku atau artikel. Saat itu, kita merasa telah menyelesaikan sebuah aktivitas yang amat berharga, juga senang dan bahagia, karena karya kita sedikit banyak akan memberikan manfaat kepada orang lain. Banyak hal lain yang menyebabkan aktivitas menulis mendatangkan kebahagiaan.
  • Kekayaan. Dengan menuli bisa kaya? Percaya atau tidak, faktanya demikian. Anda tentu tahu JK. Rowling, pengarang serial Harry Potter. Ia menjadi selebriti dan milyuner gara-gara bukunya. Lihat juga penulis terkenal seperti Habiburrahman El Shirazy penulis Ayat-ayat Cinta (yang mendapat royalti dari 1 judul bukunya saja sebesar 1 milyar rupiah dan belum termasuk royalti dari filmnya) ataupun Andre Hirata dengan Laskar Pelangi-nya.
  • Popularitas. Dengan menulis, secara otomatis Anda akan semakin popular. Semakin menarik tulisan Anda, semakin banyak orang yang ingin membanya. Semakin banyak orang yang membacanya, semakin populerlah Anda. Karena itulah, Anda tidak perlu menjadi artis kalau sekedar ingin populer. Jadi penulis sajalah …
  • Ilmu. Menulis adalah aktivitas keilmuan. Saat menulis, Anda butuh referensi. Bolehlah Anda seorang pemalas dalam membaca. Tapi jika menulis, Anda harus Membaca referensi. Kecuali Anda memang benar-benar menguasai materi tulisan Anda. Inilah mengapa seorang penulis itu semakin pintar kala dia semakin banyak menulis.
  • Pahala. Pahala tentu saja didapat, jika tulisan Anda adalah sesuatu yang bermanfaat dan kebaikan. Namun jika tulisan Anda justru menyesatkan dan sifatnya merusak, bukan pahala yang didapat, melainkan dosa.

Jadi, kamu g usah takut lagi dengan yang namanya menulis.


Manfaat Shalat Dhuha Secara Medis

27 Desember 2008

Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim). Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.

Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.

Referensi : Ramadhani, Egha Z. 2007. Superhealth: Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Yogyakarta: Pro-U Media.


Politik Keluarga??

24 Oktober 2008

Politik Keluarga di Pemerintahan SBY-JK, Jauh Lebih Berbahaya

JAKARTA, SELASA – Politik keluarga atau nepotisme di lingkungan pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla sebenaranya jauh lebih berbahaya dibandingkan politik keluarga di DPR. Sebab, jika politik keluarga di DPR masih bisa dikendalikan melalui proses seleksi di pemilu, maka nepotisme di pemerintah sama sekali tidak bisa dicegah karena adanya pengangkatan dari eksekutif.

Demikian disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR Dradjat Wibowo di Jakarta, Selasa (21/10).

Kalau di DPR, rakyat masih bisa menyeleksi meskipun dia dicalonkan oleh parpolnya. Akan tetapi, kalau di pemerintahan, politik keluarga itu tidak bisa dikendalikan. “Karena, sifatnya pengangkatan,” tandas Drajat.

Nepotisme di pemerintahan di antaranya munculnya sejumlah nama yang terkait pejabat negara. Nama yang disebut-sebut di antaranya terkait dengan kerabat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di antaranya ipar Presiden, Gatot Soewondo yang menjadi Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI), juga ipar Presiden, yakni Brigjen TNI Pramono Eddhie Wibowo yang menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Korps Pasukan Khusus (Kopassus).

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Wacth (ICW) Teten Masduki, bahwa bahayanya politik keluarga di pemerintahan akan berpotensi terjadinya korupsi. Sebab, wilayah publik dan wilayah privat menjadi tipis.

Sementara menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro, politik keluarga jika diterapkan juga di ranah BUMN, jelas akan menghancurkan BUMN tersebut, karena sulti memeisahkan kepentingan keluarga dan publik.

“Ketika Orde Baru tumbang, sebenarnya banyak keinginan membangun pranata politik yang tidak feodal dan oligarki. Namun, pada prakteknya, elit politik dan pemimpin bangsa tidak mampu melepaskan dirinya dari kungkungan feoldalistik dan politik oligarki yang selama ini telah dijalankan oleh Pemerintahan Soeharto” ujar Ismed.