Blog Buletin La Tansa Pindah Rumah..

16 Maret 2009

Seiring dengan komitmen kami untuk menghadirkan informasi yang ter up to date namun dalam proses akses yang lebih cepat, maka kami dari kru Buletin Latansa Online memutuskan untuk pindah blog ke server Blogger mengingat selama ini blog dengan menggunakan server WordPress memiliki banyak kelemahan, antara lain tidak mendukung JavaScript, pengeditan format body HTML yang kurangn mendukung dan sama sekali tidak mendukung iklan & AdSense. Setelah kami melakukan percobaan selama 2 minggu, akhirnya kami memutuskan untuk tidak menggunakan blog ini lagi sebagai media Buletin Latansa Online. Blog ini masih kami gunakan untuk bahan pembelajaran kami ke depan.

Kunjungi blog Buletin La Tansa yang baru di :

www.buletin-latansa.blogspot.com

Saran anda tetap kami tunggu di : kammi-uisu@yahoo.com


Tips Jadi Penulis Hebat

27 Desember 2008

Menulis itu pada dasarnya mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Secara tidak sadar sebenarnya kita telah mempraktekkan teknik menulis dalam berbagai aktivitas. Anda pernah menulis surat? Saya yakin hampir semua orang pernah melakukannnya. Jika Anda pernah menulis surat, bukankah itu juga salah satu bentuk tulisan.

Agar Mudah Menulis
Saran praktis yang bisa Anda lakukan agar Anda mudah dalam menulis adalah :
1. Yakinlah bahwa anda bisa
Keyakinan Anda adalah awal dari kesuksesan Anda. Keyakinan memberikan kekuatan batin untuk bisa mengatasi segala masalah. Yakinlah bahwa Anda bisa menulis buku atau mengarang. Mengarang adalah ketrampilan yang bisa dipelajari. Anda bisa mempelajari ketrampilan ini. Para penulis hebat adalah menusia biasa seperti Anda. Kemampuan menulis bukanlah ketrampilan instan yang didapat saat dia lahir. Ia juga butuh belajar untuk bisa seperti itu. Karena itu, langkah awal untuk menjadi penulis hebat adalah keyakinan Anda bahwa Anda bisa.
2. Berlatih
Setelah keyakinan tertanam dalam diri Anda, langkah selanjutnya adalah berlatih menulis. Berlatih menulis adalah proses Anda untuk menjadi penulis hebat. Dengan berlatih, Anda akan terbiasa menulis. Banyak jalan untuk berlatih menulis :
• Mengirimkan artikel ke surat kabar.
Jika ditolak, tidaklah menjadi masalah. Toh, Anda sedang berlatih menulis. Jika diterima, tentu ini luar biasa
• Menulis biografi diri sendiri.
Hal ini sekarang lagi ngetrend di Indonesia. Mulai artis hingga politisi, ramai-ramai menulis biografinya. Bagaimana dengan Anda ? mengapa Anda tidak menulis biografi Anda sendiri. Kami yakin, biografi setiap orang adalah sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat menarik. Tulislah biografi Anda. Jika tidak ada penerbit yang bersedia mencetaknya, tidak usah khawatir. Biografi Anda bisa Anda cetak sendiri suatu saat nanti. Anda bisa menjualnya atau memberikannya kepada anak cucu. Menarik bukan ???
• Menulis sebuah buku dan mencoba menawarkan ke penerbit Menulis buku juga merupakan sarana berlatih yang efektif. Cobalah banyak berlatih menulis dengan mencoba menulis buku misalnya. Nah… berlatihlah menulis dengan menulis sebuah buku. Tawarkan buku Anda ke penerbit. Jika tidak ada respon dari penerbit, tidak perlu khawatir. Anda bisa mencetaknya sendiri ataupun menjualnya sendiri di internet. Banyak orang yang telah melakukan hal semacam ini dengan menjual berbagai macam e-book di internet.


3. Mengetahui manfaat apa jika Anda pandai menulis
Langkah ketiga agar Anda mudah menulis adalah ketahuilah manfaat apa yang Anda peroleh jika pandai menulis. Jika Anda mengetahui manfaat menjadi penulis hebat, maka akan semakin termotivasi untuk terus belajar dan berlatih. Semakin banyak manfaat yang Anda ketahui, semakin besar semangat Anda untuk bisa. Dan semangat
inilah sumber kemudahan Anda dalam melakukan sesuatu Banyak manfaat yang akan Anda peroleh jika Anda adalah seorang penulis yang hebat, diantaranya :

  • Kebahagiaan. Kita tentu sangat senang saat menyelesaikan sebuah buku atau artikel. Saat itu, kita merasa telah menyelesaikan sebuah aktivitas yang amat berharga, juga senang dan bahagia, karena karya kita sedikit banyak akan memberikan manfaat kepada orang lain. Banyak hal lain yang menyebabkan aktivitas menulis mendatangkan kebahagiaan.
  • Kekayaan. Dengan menuli bisa kaya? Percaya atau tidak, faktanya demikian. Anda tentu tahu JK. Rowling, pengarang serial Harry Potter. Ia menjadi selebriti dan milyuner gara-gara bukunya. Lihat juga penulis terkenal seperti Habiburrahman El Shirazy penulis Ayat-ayat Cinta (yang mendapat royalti dari 1 judul bukunya saja sebesar 1 milyar rupiah dan belum termasuk royalti dari filmnya) ataupun Andre Hirata dengan Laskar Pelangi-nya.
  • Popularitas. Dengan menulis, secara otomatis Anda akan semakin popular. Semakin menarik tulisan Anda, semakin banyak orang yang ingin membanya. Semakin banyak orang yang membacanya, semakin populerlah Anda. Karena itulah, Anda tidak perlu menjadi artis kalau sekedar ingin populer. Jadi penulis sajalah …
  • Ilmu. Menulis adalah aktivitas keilmuan. Saat menulis, Anda butuh referensi. Bolehlah Anda seorang pemalas dalam membaca. Tapi jika menulis, Anda harus Membaca referensi. Kecuali Anda memang benar-benar menguasai materi tulisan Anda. Inilah mengapa seorang penulis itu semakin pintar kala dia semakin banyak menulis.
  • Pahala. Pahala tentu saja didapat, jika tulisan Anda adalah sesuatu yang bermanfaat dan kebaikan. Namun jika tulisan Anda justru menyesatkan dan sifatnya merusak, bukan pahala yang didapat, melainkan dosa.

Jadi, kamu g usah takut lagi dengan yang namanya menulis.


Departemen Kebijakan Publik Adakan SIKOH

25 Juli 2008

Pada 25 Juli 2008, Departemen Kebijakan Publik (DKP) mengadakan SIKOH (Silaturrahmi Tokoh) sebagai salah satu program kerjanya kepada Bapak Camat Medan Kota bertempat di kantor camat Medan Kota Teladan. Dalam acara ini, ikut Ketua KAMMI Komisariat UISU Affan Syu’aidi, Koordinator Dep. Kebijakan Publik Maniso, Koordinator Departemen Kaderisasi Abdul Halim Lubis, Koordinator Dep. Ekonomi Yudi Tristianto dan Koordinator Dep. HUMAS Asharuddin Nasution. Selain itu, ikut Sekretaris DKP Denggani Lubis, Sekretaris Dep. Kaderisasi Supriana, Sekretaris Dep. Ekonomi Novitasari dan Nining Surya Ningsih dari staff DKP yang diterima oleh Sekretaris Camat Medan Kota Bapak Hendra Asmilan. Acara di mulai pukul 14.25 bertempat di ruang kerja Camat Medan Kota. Menurut beliau, bapak camat kebetulan tidak bisa hadir karena sedang mempunyai urusan di luar. Acara di buka oleh akhina Maniso yang juga bertindak sebagai pembawa acara. Dalam silaturrahmi yang akrab dan penuh persahabatan ini, Sekcam memulai pembicaraan dengan menerangkan berbagai bidang yang ada di kantor camat. Mulai dari tugas beliau sebagai kepala urusan internal administrasi, Kasi (Kepala Seksi) Trantib, Kasi Pelayanan Umum, Kasi PMK (dulu disebut bank desa), Kasi Pemerintahan sampai dengan Kasi Kesra (Kesejahteraan Masyarakat) yang membidangi masalah seperti BLT.

Dari beberapa pertanyaan yang beliau lontarkan, ternyata beliau masih belum mengenal KAMMI itu apa dan seperti apa. Karena seperti penuturan beliau, ketika masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa, organisasi ini belum ada seperti layaknya HMI dan PMII. Oleh ketua komisariat akhina Affan Syu’aidi kemudian menjelaskan secara rinci tentang berdirinya KAMMI, baik pusat maupun di UISU sendiri, program kerjanya dan juga sususan kepengurusan yang ada. Akhina Affan juga menjelaskan persamaan dan perbedaan KAMMI dengan organisasi-organisasi seperti HMI.
Kemudian pak Sekcam mulai menyinggung tentang beberapa masalah yang sering dihadapi masyarakat, misalnya dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), prosedur pengurusannya dan biayanya yang ternyata gratis 100% asal persayaratannya lengkap. Kemudian akhina Affan juga menanyakan program kerja kecamatan terhadap pendidikan sekolah dan kampus yang ditanggapi Sekcam dengan mengatakan program-program seperti ini adalah job descriptionnya Dinas Pendidikan (Diknas). Sedangkan kantor camat hanya melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sudah di gariskan dari kantor walikota. Namun apabila ada instruksi seperti ini, pihak kecamatan akan melaksanakannya. Beliau juga menyinggung berbagai kesulitan yang dihadapi dalam berbagai realisasi program kerja kecamatan misalnya dari beberapa penduduk sendiri.
Alumni APDN Medan ini juga tidak lupa menanyakan program kerja KAMMI Komisariat UISU yang kemudian dijawab oleh akhina Affan. Beliau juga mengatakan pihak kecamatan mungkin dapat membantu kegiatan-kegiatan KAMMI UISU misalnya ketiak mengadakan Baksos (Bakti Sosial) misalnya dengan mengeluarkan surat rekomendasi permohonan dana. Beliau juga mencontohkan beberapa Kegiatan OKP (Organisasi Kepemudanan) juga meminta pihak camat untuk membuat surat rekomendasi semacam itu.

Akhina Yudi kemudian melontarkan pertanyaan seputar masalah BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan usulan pengumpulan dana dari siswa-siswa sekolah dan mahasiswa sebagai jalan tengah untuk mengumpulkan dana yang akan disalurkan kepada orang-orang yang berhak yang tidak mendapat BLT. Usulan ini disambut positif oleh Sekcam dengan mengatakan dana seperti ini sebaiknya dikelola pihak sekolah/kampus, karena kalau ditangani pihak kecamatan bisa menimbulkan tanggapan-tanggapan miring dari berbagai pihak.

Ukhtina Novi kemudian menanyakan kembali tentang pengurusan KTP khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar Medan. Beliau mencontohkan, selain sulit juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Padahal dalam beberapa iklan dan sosialisasi, mengurus atau memperpanjang KTP di Medan adalah gratis. Sekcam kemudian menjawab dengan mengatakan untuk warga yang luar kota Medan yang ingin mengurus KTP harus menyertakan surat pindah dari kantor camat daerah asal. Kemudian mengajukan permohonan kepada kepling atau kantor Kelurahan yang akan mengkoordinasikan dengan Dinas Kependudukan untuk melakukan screening (peninjauan) terhadap pemohon selama 6 bulan. Untuk masa 6 bulan ini, pemohon akan diberikan surat keterangan sementara. Sekcam juga menyinggung tentang banyaknya anggota masyarakat yang tidak mengetahui kesalahan-kesalahan dalam proses perpindahan tempat tinggal seperti tidak mengurus surat keterangan pindah, tidak melaporkan diri ke kantor kepling/lurah daerah tujuan dan sebagainya.

Ukhtina Denggani Lubis juga menanyakan masalah pengobatan gratis di puskesmas/rumah sakit di kota Medan yang ternyata tidak berlaku untuk warga luar kota Medan. Sedangkan akhina Abdul Halim menyinggung masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering berjualan di badan jalan, trotoar bahkan di taman Teladan sendiri yang berdekatan dengan kantor camat Medan Kota. Padahal menurut Perda, hal tersebut sudah dilarang. Pak Sekcam mengiyakan hal itu, namun dengan berbagai pertimbangan terutama dari segi ekonomi, penertiban keras seperti itu belum bisa dilaksanakan yang biasanya kalau dilaksanakan akan mendapat tantangan dan perlawanan dari pihak PKL sendiri.

Acara silaturrahmi ini berakhir sekitar pukul 16.00 karena masuknya waktu shalat Ashar. Pak Sekcam juga berharap silaturrahmi yang singkat ini ke depannya masih bisa dilaksanakan kembali dan permintaan KAMMI UISU untuk mengadakan kerjasama misalnya dalam pelaksanaan Bakti Sosial dan Penyuluhan mendapata sambutan yang baik dari beliau. Ketika penutupan acara, DKP menyerahkan cenderamata sebagai kenang-kenangan kepada Sekretaris Camat Medan Kota diiringi foto bersama.