Muhya Ad-Din Al-Arabi berkata : “Siapapun yang hendak mendefenisikan arti kata cinta, niscaya dia akan gagal. Seseorang yang belum pernah mereguk manisnya madu cinta tidak akan mampu untuk menguraikan isi kandungannya. Dan jika ada orang yang berkata ia telah terpuaskan oleh cinta, maka sesungguhnya dia tidak pernah merasakannya sebab cinta itu ibarat minuman yang memabukkan yang tidak akan pernah mempuat puas para peminumnya”
Cinta itu bermacam-macam, ada yang tertancap di sanubari, dan ada yang hanya bertengger di permukaan hati, kemudian ada yang bagaikan pohon yang akarnya terhujam ke bumi dan di puncaknya banyak buah, tetapi ada pula yang seumur mawar sekejap saja kemudian layu. Ketika seseorang telah dijangkiti virus cinta biasanya tidak akan mampu lagi berfikir jernih. Hati yang dilanda cinta akan senantiasa merindukan kekasih yang di cintai sehingga akan menjadikannya diperbudak oleh hawa nafsu dan menjadi bulan-bulanan setan yang menjajah lewat getaran-getaran kalbu, kecuali cinta yang dirahmati oleh yang Maha Pemberi cinta. Karena itu, jagalah cinta dalam hati karena hati ibarat raja dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya buruk, maka buruk pulalah pasukannya begitu juga sebaliknya. Cinta yang dikemas dalam nuansa indah untuk menggapai ridho Illahi akan memberikan semerbak wangi surgawi, namun jika cinta dikotori nafsu syahwat, maka akan meninggalkan bau busuk dikemudian hari. Maka dari itu, jika tidak bisa memiliki apa yang dicintai, hendaklah mencintai apa yang sudah dimiliki. Cintailah siapa yang sudah menunjukkan bukti dan waspadailah yang masih berjanji, karena cinta yang tertinggi itu hanya untuk Allah dan Rasulnya.

3 Juli 2008 pukul 5:38 pm
Nice!
7 Juli 2008 pukul 1:33 am
Cinta………